Mengangkat Kearifan Lokal: Dosen IAD Probolinggo Gemilang di AnCoMS Keenam”
Mengangkat Kearifan Lokal: Dosen IAD Probolinggo Gemilang di AnCoMS Keenam"
Thu, 17 October 2024 10:10
i1

Dalam semangat memperkuat nilai-nilai Islam melalui kearifan lokal, empat dosen srikandi dari IAD Probolinggo berpartisipasi sebagai presenter dalam ajang ilmiah bergengsi, Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS) yang keenam. Konferensi tahunan ini mengusung tema “Enhancing Islamic Values through Local Wisdom in Keeping Harmony and Tolerance” dan diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah IV Surabaya. Acara berlangsung pada 15-16 Oktober 2024 di amphitheater UIN Sunan Ampel dan Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., atau yang akrab disapa Prof. Inung, Direktur Diktis Kemenag RI, mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini. Ia menekankan bahwa integrasi antara agama dan kearifan lokal menjadi topik penelitian yang menarik bagi para akademisi Muslim. “Kegiatan AnCoMS ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bagi dosen di bawah naungan Kopertais untuk mengembangkan riset yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Pembukaan konferensi diwarnai dengan pidato dari Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., Plt. Sekretaris Kopertais IV Surabaya. Beliau mengungkapkan bahwa acara ini diikuti oleh 187 perguruan tinggi Islam dengan seleksi ketat, di mana 200 makalah dipilih dari lebih dari 400 pengiriman. “Kami berharap acara ini melahirkan intelektual Muslim yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

AnCoMS tahun ini mengangkat tiga kata kunci penting: Islamic values, local wisdom, serta harmony and tolerance, yang diungkapkan oleh Rektor UIN Sunan Ampel, Prof. Akhmad Muzakki, Ph.D. Beliau menyatakan bahwa ketiga elemen ini sangat relevan dalam upaya memoderasi beragama di tengah keragaman budaya dan agama.

Pada sesi seminar yang dimoderatori oleh Dr. Nabiela Naily, S.Si., M.H.I., M.A., beberapa narasumber berbagi pandangan mereka tentang peran kearifan lokal dalam pengembangan nilai-nilai Islam. Salah satunya, Prof. Dr. Zaid Ahmad dari Universiti Kebangsaan Malaysia, menjelaskan bahwa Islam hadir di tengah keragaman multikultural dan multietnis. Menurutnya, Fiqh al-Ta’ayush merupakan pedoman penting untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat majemuk.

Kiyai Zulfa, selaku Wakil Ketua PBNU bertindak sebagai narasumber kedua membahas mengenai “Konsep Islam Nusantara: Perspektif Fiqhud Dakwah di Wilayah NKRI.” Istilah Islam Nusantara pertama kali dikenalkan dalam muktamar NU di Jombang pada tahun 2015. Para ulama Nusantara berhasil berdakwah di daerah mereka dengan menggunakan pendekatan budaya, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih mudah diterima dan dipahami. Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW pada dasarnya bersifat humanis, menolak kekerasan, memberikan keceriaan, penuh hikmah, dan mampu mengakomodasi budaya setempat.

Sejalan dengan itu, Kyai Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki hubungan yang kuat dengan agama Islam. Dalam pemaparan dengan judul “Meningkatkan Nilai-nilai Keislaman melalui Kearifan Lokal untuk Menjaga Harmoni dan Toleransi, Perspektif Sayyid Sunan Ampel,” ia menjelaskan metode dakwah Sunan Ampel yang sangat memperhatikan kearifan local dilakukan dengan tidak mengubah budaya masyarakat setempat; yang diubah hanyalah isi, sedangkan bentuknya tetap sama, karena substansi dianggap lebih penting daripada penampilan.

Dalam sesi panel di kelas paralel, para dosen dari IAD Probolinggo, yaitu Dr. Khoiriyah, M.Pd.I, Ulil Hidayah, M.Pd.I, Yulina Fadilah, M.Pd, dan Zeti Nofita Sari, M.HI. tampil sebagai presenter. Mereka mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan dan mendapatkan banyak masukan dari peserta lainnya untuk memperkaya diskusi akademik yang berlangsung.

Pada hari kedua, 16 Oktober 2024, kegiatan dilanjutkan dengan workshop Peer Coaching Publikasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Ari Artiko, ST., MM., Editor in Chief Jurnal Terindeks Scopus. Beliau memberikan tips dan trik untuk menerbitkan artikel di jurnal internasional.

Kegiatan AnCoMS 2024 resmi ditutup oleh Prof. Dr. Sri Warjiyati, M.H., Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. dan Dr. H.M. Hasan Ubaidillah, S.HI., M.Si selaku perwakilan pimpinan dari Kopertais Wilayah IV Surabaya. Dalam penutupan tersebut, para pimpinan menyampaikan harapan besar kepada para peserta untuk lebih meningkatkan jumlah riset di kampus masing-masing dengan diimbangi kualitas riset yang lebih baik pula. (Riya Ahmad)

Kampus

Artikel Lainnya

Tapak Suci IAD Raih Juara Umum II Kejuaraan Nasional Pencak Silat Probolinggo Championship 2025
Probolinggo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Unit Kegiatan Mahasisw...
Mon, 29 September 2025 | 7:38
Pelantikan Pejabat Struktural IAD Probolinggo & ITBKes Muhammadiyah Tulungagung
Probolinggo, 25 September 2025. Dua perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Inst...
Fri, 26 September 2025 | 6:53
ORIENTASI DAN KULIAH UMUM PASCASARJANA IAD PROBOLINGGO : SIAPKAN GENERASI PEWARIS YANG AMANAH
PROBOLINGGO – Sabtu (13/9/2025) Suasana penuh semangat mewarnai wajah mahasis...
Mon, 15 September 2025 | 12:33
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Resmi Kantongi Izin S2 PAI, BPH Gelontorkan 1 Miliar untuk Beasiswa Guru
Probolinggo — Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan tinggi Islam ...
Sun, 20 July 2025 | 12:35